Pantaskah aku bersama Al-Qur’an?

Setiap hari aku membaca Al-Qur’an, namun di setiap hari itu juga aku masih terus berbuat dosa. Sering diriku bertanya, pantaskah aku untuk tetap membaca Al-Qur’an?
Pantaskah aku untuk tetap menyampaikan ayat-ayat-Nya kepada orang lain?

Kepada diriku sendiri aja, aku belum mampu.
“Munafik!”, teriak hatiku pada diri sendiri.

Aku pun sering mempertanyakan apakah aku ini nantinya golongan orang yang disebut dalam hadits?

Membaca Al-Qur’an, menghafal Al-Qur’an, lalu mengaku di hadapan Allah itu semua dilakukan karena-Nya ﷻ , namun nyatanya semua hanya dusta?

Dia Allah berfirman, “Sungguh, telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan jangan sekali-kali kamu mengikuti jalan orang yang tidak mengetahui.”
(QS. Yunus ayat 89)

Sungguh, seringkali ingin kusudahi saja bacaan, hafalan, dan segala interaksiku dengan Al-Qur’an ini, termasuk mengajak orang lain dalam kebaikan.

Toh, rasanya sama saja

Namun aku berusaha mengingat dan menanamkan kembali diriku akan nasehat yang pernah ada untuk “terus istiqomah dalam beramal sholeh walau seringkali merasa tak pantas dengan ibadah yang dilakukan.”

Memang, sebagai manusia tugas kita adalah beribadah, termasuk menyampaikan kebaikan kepada orang lain. Meskipun diri ini masih berdosa, teruslah lakukan kebaikan-kebaikan itu. Teruslah sampaikan kebaikan-kebaikan itu.

Jangan biarkan setan menyusup halus ke dalam hati kita dan berkata “Sudahlah, kau belum cukup baik untuk menyampaikan hal itu”. Jangan sampai!

Biarkan Allah ﷻ yang tutupi segala aib kita sambil terus berproses memantaskan dan memperbaiki diri. Hingga nantinya Ia yang dengan sifat yang Maha Pemurah dan Penyayang, memberikan ridho-Nya atas amalan-amalan yang kita lakukan.

Link Instagram:
https://www.instagram.com/p/CMPYbjJsIop/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *