Merdekalah dalam Menghafal Alquran

Kemerdekaan dalam bahasa Arab disebut al-istiqla, ditafsirkan sebagai “al-Taharrur wa al—Khalash min ayy Qaydin wa Syatharah Ajnabiyyah” (bebas dan lepas dari segala bentuk ikatan dan penguasaan pihak lain), atau “al-Qudrah ‘ala al-Tanfidz ma’a in’dam Kulli Qasr wa ‘Unf min al-Kharij” (kemampuan mengaktualisasikan diri tanpa adanya segala bentuk pemaksaan dan kekerasan dari luar dirinya). Kata lainnya yaitu al-hurriyyah, yang artinya kebebasan.

Yuk memorizing bentar saat kita berada di rahim ibu kita (cek Surah Al-A’raaf ayat 172 ya #LightSeekers).

Disebutkan dalam tafsir Alquran Surah al-A’raf ayat 172 bahwa  sesungguhnya manusia yang lahir dari kandungan ibunya ke dunia ini seluruhnya merupakan makhluk merdeka, manusia diciptakan Allah SWT dengan fitrahnya yang bersih, yaitu berakidah dan bertauhid dalam arti kata manusia awal penciptaan merdeka.

Hal ini relevan banget dengan firman Allah pada Surah Al-Qamar

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

“”Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”” (QS. Al-Qamar ayat 17)

Allah juga berfirman hal yang sama di 3 ayat lainnya pada Surah Al-Qamar, yaitu ayat 22, 32, dan 40. Lantas, makna tersirat apa yang Allah ingin sampaikan kepada kita dengan pengulangan 4 ayat yang sama ya?

Allah SWT menggunakan kata “”يَسَّرَ”” yang memiliki makna “”lampau/telah””. Jadi, Allah SWT telah jamin kemudahan dalam menghafal Alquran.

Para ulama tafsir umumnya mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ayat ini adalah Allah telah memudahkan kita untuk membaca, menghafal dan menggali ilmu Alquran (lihat Tafsir al-Thabari).

Kemudahan itu terlihat dengan penurunan ayat yang sesuai dengan konteks kejadian pada masanya. Sehingga memudahkan dalam proses penancapan pada hati sekaligus akal. Mudah? Lalu mengapa masih saja ada dalih, “Susah ah menghafal Alquran?”

Oh, iya. Ayat ini tuh juga bentuk penegasan ya #LightSeekers. Coba perhatikan, ayat-ayat setelah ayat ini. Semua tentang kaum atau orang yang ingkar akan risalah kenabian, kaum ‘Ad, kaum Tsamud, kaumnya Nabi Luth dan Fir’aun. Mimin yakin kalo kaum-kaum ini tuh cerdas, tapi nilai mereka nol di hadapan Allah SWT ya karena ga mau mengambil pelajaran. Sedih kan ya?

Allah SWT tuh pengen kita ga cuma ngafal, tapi tuh ngafalnya plus ngambil pelajaran gitu. Atau istilah kerennya sekarang “”insight””, bisa disebut juga hikmah.

Menurut Sayyid Quthb dalam Tafsir fi Zhilalil Qur’an, surah Al-Qamar merupakan serangan yang mencekam kepada mereka yang ingkar dengan ayat Allah. Jadilah surah ini layaknya reminder agar kita mengambil “”pelajaran”” yang ada dan sekaligus rambu-rambu dalam mengemban tugas layaknya seorang hamba.

Dan yang terpenting jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama. Ibaratnya tuh gini, udah ada guidebook, tapi sok-sok-an ga mau buka, ga mau pelajari, kan parah banget.

Semoga kita selalu Allah tolong ya #LightSeekers untuk menjadi ‘ibadur rahman.

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-75!

Semoga menjadi pemantik terbaik juga untuk memperbarui semangat membaca Alquran, menghafal atau pun murojaah kita ya #LightSeekers.

Merdeka dalam menghafal Alquran, berarti kita telah mengembalikan fitrah kita sebagai hambaNya.

Link Instagram:
https://www.instagram.com/p/CD_aRjaMc3V/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *