Merdeka yang Sesungguhnya

Sungguh, kita belum akan pernah benar-benar merdeka. Setidaknya belum kecuali saat diri telah selesai berjuang di atas bumi ini, berpijak di surga-Nya kelak.

Negeri yang kini kita pijak mungkin sudah merdeka, tapi tugas kita memerdekakan diri dari diri kita sendiri, hawa nafsu kita sendiri, tak akan pernah selesai.

Tahap demi tahap mesti kita lewati. Setelah merdeka di suatu tahap, kita akan menemukan kembali tahap lainnya, tantangan lainnya.

Saat berbicara hawa nafsu kita akan berbicara tentang hati. Dan tentu #Lightseekers telah ketahui bahwa hati mudah sekali berubah-ubah.

So sebagai pengingat, musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.

Karena bukankah saat kita hendak menaklukan dunia, sesungguhnya kita hendak menaklukan diri kita sendiri?

Sungguh manusia itu lemah. Ia hanya bisa berdo’a, berusaha, lalu bertawakal.

Maka pintalah kepada-Nya agar kita menjadi hamba-Nya yang merdeka dari hawa nafsu kita hingga kita memperoleh kemerdekaan yang hakiki di surga-Nya kelak.

“(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.””
(QS. Ali ‘Imran Ayat 8)

Link Instagram:
https://www.instagram.com/p/CSrRD9PBag1/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *