Mata Air Itu Murni

Pada dasarnya semua air yang mengalir adalah bersih karena ia berasal dari mata air yang murni, mengalir terus memperluas gerakannya menerjal arahnya nan terus membuat jalur.

Dari satu tempat ke tempat lain mengikuti permukaan dan akhirnya
air menempati tempatnya.

Sebagai sumber kehidupan, air menjadikan seluruh penghuni bumi membutuhkannya.

Namun seiring berjalannya waktu, akibat kelalaian manusia air menjadi tercemar.

Banyak pihak yang tidak bertanggung jawab menjadikannya keruh, penuh dengan campuran limbah dan membuat aliran malah menjadi tempat pembuangan.

Air mengibaratkan hati, ia bersih sebagai fitrahnya saat lahir, bertumbuh dan dewasa adalah sebuah kehidupan. Saat ia semakin banyak tahu semakin banyak yang dia lalui, semakin tumbuh semakin banyak ujian yang dihadapinya, semakin memilah dan memilih yang kadangkala membawa kebaikan dengan arusnya dan terkadang malah terbawa arus lain yang jauh lebih besar dan tercemar.

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh Jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati”

(HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)

Kehidupan di bumi ini adalah pencarian kembalinya hati yang seharusnya berada dalam fitrahnya.

Lantas seberapa jauh dan besarkah hati ini tumbuh?

Seberapa dekatkah ia berada dalam fitrahnya?

Link Instagram:
https://www.instagram.com/p/CUxOHF3B-Lj/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *