Diam ataupun Ungkapkan, Pilih yang Paling Banyak Manfaatnya

Dalam pepatah kita mengenal,

tong kosong nyaring bunyinya.’

Well, pepatah itu benar ada, sebagai pengingat bahwa banyak bicara belum tentu menjadikannya baik.

Namun selalu diam juga belum tentu menjadikannya benar.

Menyimpan rapat semua yang ada dibenak kita bukan solusi.

Tetaplah berbicara ketika mendapati susunan kata yang baik, tidak menyakiti, dan membawa mashlahat.

Namun tidak semua yang kita pikirkan harus terucap. Mengapa?

Karena terkadang ujian terletak disaat ada celah tuk bicara, tapi kita memilih diam. Ketika kita menyadari, apa yang diucap akan menimbulkan lebih banyak mudharat daripada manfaat.

Maka ini bukan tentang siapa yang paling banyak bicara atau diam. Tapi siapa yang paling banyak memberi manfaat, baik dengan bicara atau diamnya.

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaknya dia berkata baik atau diam.”

(HR Muslim no 222)

Imam Syafii pun pernah berkata mengenai hadist tersebut,

“Hadist ini bermakna apabila seseorang hendak bicara, maka berpikirlah terlebih dulu. Apabila telah jelas bahwa bahwa ucapannya akan membawa kemaslahatan, maka berbicaralah. Dan, apabila telah jelas bahwa ucapannya akan membawa kemudharatan atau ia ragu, bahaya dan tidaknya, maka diamlah”

Link Instagram:
https://www.instagram.com/p/CXtOoS2BUUZ/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *