Cara Menjadikannya Salah

Sebagian orang menyeru kepada kebenaran, namun dari seruan itu sebagiannya lagi justru menjauh dari kebenaran. Kenapa?

Kalau hari ini paradigma masyarakat awam mengatakan bahwa Islam identik dengan kekerasan, maka bisa jadi humas-humasnya lah yang paling bertanggung jawab.

Padahal, bukankah kata Islam itu sendiri artinya keselamatan? Lantas bagaimana ceritanya, paradigma tersebut bisa muncul begitu saja?

Ya, memang tak sedikit orang yang menjauh dari lslam, bahkan umat Islamnya sendiri sekalipun.

Mungkin inilah alasan nya mengapa cara penyampaian menjadi hal yang sangat penting.

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaknya dia berkata baik atau diam.”

(HR Muslim no 222)

Kalau kita renungi, seberapa seringkah kita menatap sinis orang lain saat melakukan kesalahan?

Atau seberapa seringkah kita bicara akan kebenaran yang justru malah menyakiti hati orang lain?

Jangan sampai karena kita, justru mereka malah menjauh dari Islam.

Bukankah Firaun seburuk-buruknya manusia pun Allah perintahkan kepada Nabi Musa untuk menyerunya dengan berlemah lembut?

“Pergilah kamu berdua kepada Fir aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas, maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.

(QS. Ta-Ha Ayat 43-44)

Link Instagram:
https://www.instagram.com/p/CXn4H6WBXBz/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *