Candunya Orang Beriman

Candunya orang beriman bukan tentang menambah porsi saat makan menu yang disuka.

Candunya orang beriman bukan tentang mengoleksi berbagai jenis tren fashion yang ada, sampai menumpuk tak muat di lemari.

Candunya orang beriman juga bukan tentang menumpuk rupiah hingga jumlah 0 di rekeningnya tak terhitung lagi.

Namun, candunya orang beriman itu adalah tentang bagaimana ia mendidik diri untuk selalu siap berkorban, baik dalam harta, pikiran, emosi, hingga jiwa dan raga.

Saat telah selesai menyenangkan diri dengan suatu ibadah, tak lekas berbangga dengan harapan sudah banyaknya pahala.

Namun, ia merasa ‘candu‘ untuk terus beramal, lagi, lagi dan lagi.

Merasa amal yang ada belum cukup sama sekali sebagai bekal untuk pulang ke kampung akhirat.

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),”
(QS. Al-Insyirah Ayat 7) 

So, pertanyaan untuk kita semua, sudahkah kita candu untuk beramal sholeh?

Link Instagram:
https://www.instagram.com/p/CQ3Pn7cMfI0/

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *